Jual Velg Mobil Murah

GARDUOTO – Setelah peraturan truk resmi dikeluarkan yang mengindikasikan kelebihan muatan atau Over Dimension Over Loading (ODOL) mungkin tidak memasuki jalan tol Tanjung Priok-Bandung, secara resmi ditangani.

Tindakan tersebut dilakukan oleh Korps Lalu Lintas Kepolisian Nasional dengan Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Badan Manajemen Transportasi Jabodetabek (BPTJ).

Lalu Lintas Kepolisian Nasional Kepala Kepolisian, Inspektur Jenderal Kepolisian Istiono mengatakan mereka sangat serius dalam menindak truk-truk ODOL. Dia mengatakan, truk ODOL adalah salah satu penyumbang jumlah kecelakaan lalu lintas pada 2019.

Sebanyak 90 kecelakaan disebabkan oleh truk ODOL dan menyebabkan banyak kematian.

"Korban kecelakaan 2019, sebanyak 25 ribu, rata-rata 200 orang per bulan, rata-rata 71 orang per hari, setiap jam 3 hingga 4 orang meninggal. ODOL menyumbang 90 insiden, tetapi ini adalah kecelakaan massal (fatal). Jika insiden itu bisa diberhentikan satu kerajaan. Terkadang tabrakan beruntun, "katanya.

Dia juga mengingatkan pengusaha untuk tidak memaksa penggunaan truk ODOL. Pada kesempatan ini ia mengundang semua pihak untuk terlibat dalam aksi truk ODOL.

Karena menurutnya, aksi truk ODOL belum optimal karena tidak ada koordinasi menyeluruh lintas sektor.[Go/Res]

Leave a Reply