Jual Velg Mobil Murah

GARDUOTO – Pemerintah Indonesia telah menetapkan industri otomotif sebagai salah satu sektor andalan dalam peta jalan Making Indonesia 4.0.

Untuk ini, ditargetkan pada tahun 2030 Indonesia dapat menjadi basis produksi untuk kendaraan listrik untuk pasar domestik dan ekspor bersama dengan kendaraan bermotor dengan mesin pembakaran internal (ICE) yang saat ini sedang berkembang.

Menyambut Peraturan Presiden No. 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.

Ini untuk Transportasi Jalan Terorganisir, yang diterbitkan pada 15 Agustus 2019, dan serangkaian kegiatan Pameran, Seminar, dan Presentasi Produk pada kendaraan elektrifikasi bertajuk Indonesia Electric Motor Show (IEMS) yang berlangsung pada 4-5 September 2019 di Balai Kartini, Jakarta adalah salah satu upaya untuk memulai pengembangan kendaraan elektrifikasi di Indonesia.

Dalam pameran ini, pabrikan otomotif, termasuk Toyota Indonesia, menampilkan beragam pilihan kendaraan elektrifikasi yang dapat menjadi pilihan terbaik bagi konsumen.

Toyota Indonesia melalui partisipasinya dalam IEMS menegaskan komitmen perusahaan untuk mengambil peran aktif dalam mempopulerkan dan mengembangkan industri kendaraan elektrifikasi di Indonesia.

Toyota memiliki opsi teknologi elektrifikasi paling komprehensif yang menampilkan 4 jenis teknologi dalam pameran ini, yaitu: C-HR Hybrid Electric Vehicle (HEV), Prius Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), i-ROAD Battery Electric Vehicle (BEV), dan Mirai Fuel-Cell Electric Vehicle (FCEV).

"Toyota akan terus berusaha menghadirkan teknologi kendaraan elektrifikasi yang sesuai dengan kebutuhan konsumen di setiap negara termasuk Indonesia. Tidak hanya itu, kami juga memiliki perhatian yang tinggi untuk dapat berkontribusi pada pengembangan industri kendaraan elektrifikasi termasuk rantai pasokan industri, "kata Warih Andang Tjahjono, Direktur Utama PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia.

Dia melanjutkan, agar dapat memenuhi permintaan pasar domestik serta potensi untuk menembus pasar ekspor karena tren global saat ini adalah ke arah kendaraan rendah emisi.

Toyota telah memperkenalkan Prius sebagai model HEV pertama yang diaspal di pasar domestik pada tahun 2009. Selain Prius, ada juga berbagai pilihan kendaraan teknologi hybrid di Indonesia, yaitu: Camry, Alphard dan C-HR, yang baru saja diluncurkan di awal 2019.

Tidak hanya teknologi kendaraan elektrifikasi, pilihan teknologi mesin flexi yang dapat mengakomodasi bahan bakar nabati / bio seperti biodiesel dan etanol juga tersedia, bahkan mesin etanol telah diekspor secara utuh sejak 2012 ke Argentina.

Presiden Direktur Toyota-Astra Motor, Yoshihiro Nakata, mengatakan bahwa Toyota secara aktif menyambut upaya Pemerintah Indonesia dalam mempercepat penerapan teknologi canggih.

"Memasuki tahun ke-10 teknologi elektrifikasi Toyota yang dipasarkan di Indonesia, kami sangat gembira bahwa Pemerintah Indonesia memiliki perhatian serius pada kendaraan elektrifikasi untuk menjaga lingkungan yang lebih baik di masa depan," kata Nakata.

Kendaraan bermotor listrik memberikan manfaat seperti mengurangi emisi CO2 dan pada saat yang sama mengurangi ketergantungan pada konsumsi bahan bakar.

Namun, ada juga beberapa kekhawatiran publik mengenai harga yang relatif murah, kesiapan infrastruktur di berbagai daerah, dan kemudahan penggunaan seperti pengisian cepat.

Di tingkat global, keseriusan Toyota dalam upaya mempopulerkan kendaraan ramah lingkungan telah diwujudkan dengan membebaskan sekitar 24 ribu paten terkait dengan teknologi elektrifikasi.

Selain itu, mulai tahun 2025, setiap model kendaraan Toyota akan memiliki pilihan teknologi elektrifikasi.[Go/Res]

Leave a Reply