Jual Velg Mobil Murah

JAKARTA – Polisi meluncurkan sistem tiket elektronik (penegakan hukum lalu lintas elektronik, E-TLE). Peluncuran ini dihadiri oleh Wakil Kepala Polisi Komjen Ari Dono kepada Gubernur DKI Anies Baswedan. Turut hadir dalam acara tersebut Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara (MenPAN) RB Syafruddin. Peluncuran E-TLE diadakan di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Minggu, 25 November 2018.

Dirlantas dari Polda Metro Jaya Komisaris Yusuf mengatakan acara itu untuk mensosialisasikan tentang E-TLE kepada masyarakat, khususnya warga DKI Jakarta. Yusuf mengatakan bahwa sosialisasi didorong untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat. Sistem E-TLE diimplementasikan di Jakarta mulai 1 November 2018. Empat kamera CCTV dipasang di Horse and Sarinah Statue Roundabout untuk mendukung implementasi sistem.

Polisi juga melakukan sosialisasi sistem E-TLE dan persidangan selama bulan Oktober. Polisi mengklaim jumlah pelanggaran lalu lintas menurun drastis selama masa percobaan. Bagaimana jika sistem ini telah diterapkan, tetapi pengemudi mobil bukan pemilik asli yang tercatat dalam database kendaraan polisi? Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto mengatakan, polisi akan mengkonfirmasi terlebih dahulu.

"Sebelum melaksanakan penegakan, ada konfirmasi, untuk memastikan apakah benar bahwa kendaraan itu digunakan oleh orang yang tercatat dalam database," kata Budiyanto.

Jika tidak melanggar, ia harus memberikan penjelasan tentang siapa yang menggunakan mobil Jika dalam satu minggu tidak ada konfirmasi, akhirnya Polisi akan memblokir kendaraan.

Hingga Jumat, 25 Oktober 2018, berdasarkan informasi Budiyanto, 1.000 pelanggar dicatat dalam Pengakuan Plat Nomor Otomatis CCTV (ANPR). Namun mereka belum diberikan sanksi karena masih dalam tahap uji coba. "Jadi akan diketahui bahwa capturet akan masuk ke NTMC back office server dalam bentuk foto dan video yang akan digunakan sebagai bukti di pengadilan," kata Budiyanto. (Detik)

Leave a Reply