Jual Velg Mobil Murah

GARDUOTO – Dengan diberlakukannya secara resmi Tiket Lalu Lintas Elektronik atau E-TLE (penegakan hukum lalu lintas elektronik) untuk sepeda motor di DKI Jakarta sejak 1 Februari 2019, polisi berhasil mencatat lebih dari seminggu, ribuan pengendara kendaraan bermotor telah tertangkap melanggar.

"Selama seminggu pihaknya telah menjaring 1.201 pelaku," kata Kepala Sub-Departemen Penegakan Hukum (Gakkum) Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar, melalui pesan singkatnya.

Harap dicatat, kamera E-Tle untuk sepeda motor telah dipasang di bagian Jalan Sudirman-Thamrin Jakarta Pusat.
Selain protokol Lalu Lintas Polisi Lalu Lintas Metro Jaya, mereka juga memasang kamera e-TLE pada busway Koridor 6 (rute Ragunan-Dukuh Atas 2).

Penempatan kamera di busway dipilih, karena tingkat pelanggaran di jalur sangat tinggi. Bahkan masuk dalam kategori pelanggaran terbanyak karena tiket elektronik juga menjaring motor.

"(Sebagian besar-red) sepeda motor melintasi jalur Transjakarta di koridor Halte Bus Duren Tiga," tambahnya.

Di dua lokasi ini total 57 kamera pengintai tersebar untuk menangkap pelanggar lalu lintas.

Dikutip dari akun Twitter Metro Police TMC, ada lima jenis pelanggaran yang akan membuat pengendara dikenakan tindakan.

Pelanggaran-pelanggaran ini adalah: tidak menggunakan helm, melanggar garis berhenti (batas berhenti di lampu merah), mematahkan spidol, memecahkan lampu lalu lintas, melintasi jalur busway.

Tidak ada perbedaan dalam mekanisme sepeda motor dan mobil elektronik. Setelah pelanggar tertangkap kamera, mereka akan mendapatkan surat konfirmasi dari polisi.

Selanjutnya, pemilik kendaraan wajib mengkonfirmasi apakah pelanggaran itu benar atau tidak. Batas waktu untuk memberikan konfirmasi adalah lima hari.[Go/Res]

Leave a Reply