Jual Velg Mobil Murah

GARDUOTO – Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) di sejumlah daerah di Indonesia telah membuat lebih banyak mobil tidak digunakan.

Namun masih banyak orang yang berpikir bahwa mobil itu tidak akan rusak jika tidak digunakan dalam waktu lama.

Asumsi ini sangat salah, karena mobil yang tidak digunakan selama berminggu-minggu dapat menyebabkan "penyakit" baru pada komponen penting mobil.

Karena itu tidak lagi disertai dengan pemeriksaan dan perawatan rutin seperti ketika mobil masih sering dikendarai.

Tidak diragukan lagi berkurangnya intensitas penggunaan mobil akan berdampak pada beberapa risiko kerusakan pada komponen-komponen penting mobil, sehingga mobil yang jarang digunakan tidak serta merta bebas dari masalah.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, mari kita lihat beberapa komponen mobil yang kemungkinan besar akan rusak untuk mengetahui cara mencegahnya selama periode PSBB masih berlangsung.

1. Baterai yang ditarik berlebihan

Risiko pertama ada di komponen listrik tepatnya di komponen baterai. Ini akan terasa saat Anda pertama kali menyalakan mobil yang sudah lama tidak digunakan.

Mobil akan sulit untuk memulai karena penurunan daya listrik dengan sendirinya. Penurunan daya listrik bervariasi tergantung pada usia dan kualitas baterai, semakin tua baterai, semakin mudah kehilangan daya listrik.

Kiatnya, nyalakan mesin setiap hari tanpa perlu menyalakan sistem kelistrikan lain selama sekitar 10-15 menit.

Waktu dapat lebih atau kurang tergantung pada kondisi. Kadang-kadang jalankan mobil untuk mengisi daya listrik di baterai yang lebih maksimal.

2. Tekanan angin pada ban berkurang

Tekanan angin yang berkurang pada ban terjadi jika mobil diparkir terlalu lama, menyebabkan ban menginjak langsung dengan aspal menjadi rata, membuat bentuk ban tidak bulat lagi utuh.

Akibatnya, akan terjadi ketidakseimbangan saat mobil pertama kali dijalankan setelah selang panjang.

Selain itu, penyebab berkurangnya tekanan angin pada ban juga disebabkan oleh penutup karet yang mengubah tekstur atau bisa juga disebabkan oleh bagian yang tidak rata antara ban dan pelek.

Kiatnya, jalankan mobil selama beberapa saat (bolak-balik) atau masuk dan keluar garasi secara teratur. Usahakan posisi pelek dan penutup ban karet juga ubah posisi alas.

Hal ini dimaksudkan agar tekanan angin pada ban akan terdistribusi secara merata dan ban tidak akan fokus terlalu lama hanya pada satu titik.

3. Bahan bakar mengendap

Iklim di Indonesia tropis membuat udara lembab akan menyebabkan kondensasi di tangki dan saluran bahan bakar jika mesin tidak dinyalakan untuk waktu yang lama.

Akibatnya, yang terjadi adalah bahan bakar akan tercampur dengan air yang menguap sehingga dapat menurunkan kualitas bahan bakar dan berpotensi menyebabkan karat pada tangki / saluran bahan bakar yang terbuat dari besi.

Sedangkan untuk bahan bakar di Indonesia, terutama solar bio-diesel, jika dibiarkan terlalu lama akan ada endapan yang akan menyumbat saluran bahan bakar.

Tipsnya, saat memanaskan mobil, periksa indikator separator air dan filter bahan bakar pada meter cluster.

Rajin memeriksa dan mengganti filter bahan bakar secara teratur sehingga bensin yang dikirim untuk proses pembakaran akan disaring dan dibersihkan dari kotoran dan partikel karat.

4. Karat pada disc brake disc

Ketika mobil tidak digunakan untuk jangka waktu yang cukup lama, plus itu dibiarkan terkena hujan karena diparkir di tempat terbuka.

Karat akan muncul pada cakram cakram yang merupakan proses alami antara lingkungan dan benda berbasis besi.

Jika dibiarkan tidak dicentang akan menyebabkan berkurangnya kinerja rem dan juga akan membuat suara saat mobil pertama kali digunakan kembali.

Tipsnya, mobil harus tetap berjalan minimal seminggu sekali, karena karat pada cakram cakram pada umumnya akan hilang dengan sendirinya ketika mobil sudah berjalan sejauh 3-5 meter, karat akan hilang karena gesekan dari kampas rem.

5. Kuman dan debu pada saluran AC

Penting untuk diketahui, bahwa AC mobil yang jarang digunakan tidak akan lebih awet, ditambah AC yang jarang dioperasikan akan memiliki udara yang tidak bersirkulasi.

Hal ini dapat menyebabkan pengendapan debu dan kuman di semua bagian saluran AC yang berdampak pada kualitas udara di kabin mobil ketika mobil akan digunakan kembali.

Tipsnya, disarankan agar rutin memanaskan mesin mobil sambil menyalakan AC selama sekitar 5-10 menit setidaknya seminggu sekali. Ini bertujuan untuk mencegah gas pendingin Freon mengendap dan memungkinkan sirkulasi udara di kabin mobil.

Menjaga kesehatan tubuh Anda saat pandemi masih terjadi sangat penting, tetapi jangan lupa, perhatikan kesehatan mobil favorit Anda dengan menerapkan tips di atas.

Jika Anda memerlukan informasi lebih lanjut, pelanggan dapat menghubungi Garda Akses, yaitu call center Asuransi Astra di 1-500-112. Kami siap melayani 24 jam.[Go/Res]

Leave a Reply