Jual Velg Mobil Murah

GARDUOTO – Dalam rangka mewujudkan komitmen Pertamina untuk menyediakan energi yang adil bagi seluruh rakyat Indonesia, PT Pertamina (Persero), Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) diresmikan agen penyalur One Price pada hari Jumat (22/2), di dua lokasi yang berbeda, masing-masing di Provinsi Maluku dan Papua.

Poin yang diresmikan adalah 86.975,26 Stasiun Gas Compact, Air Buaya, Kabupaten Buru dan Compact SPBU 86.995,18 Bolakme, Kabupaten Jayawijaya. Dua poin ini adalah poin BBM Satu Harga yang telah diuji coba untuk pengoperasian pada tahun 2018.

Hadir pada upacara pelantikan di Buru adalah Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral) Ego Syahrial, Kepala Kepolisian Daerah Maluku Inspektur Jenderal Polisi Royke Lumowa, General Manager Operasi Pemasaran Pertamina Wilayah VIII, Iin Febrian, Bupati Buru Ramly I. Umasugi.

Sementara itu, pelantikan di Bolakme dihadiri oleh Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Rida Mulyana, Manajer Regional Pemasaran Bahan Bakar Eceran VIII, Fanda Chrismianto, Wakil Bupati Jayawijaya, Marthin Yogobi.

General Manager Pertamina MOR VIII, Iin Febrian, dalam sambutannya di Kabupaten Buru mengatakan bahwa Pertamina memiliki tugas untuk membuka aksesibilitas dan ketersediaan dan menyediakan energi berkelanjutan bagi masyarakat, terutama di daerah yang sulit dijangkau dan ditantang. Oleh karena itu, pada hari ini BBM One Price juga diresmikan di Kabupaten Bolakme Jayawijaya bersamaan dengan peresmian BBM Satu Harga di Kabupaten Buru Maluku.

"Dengan beroperasinya Harga Pompa Bensin 1 di Kecamatan Air Buaya – Kabupaten Buru dan Bolakme – Kab. Jayawijaya maka Pertamina MOR VIII telah merealisasikan 39 titik lokasi dan merencanakan 12 titik lokasi untuk mulai beroperasi pada 2019," tambah Iin.

Lebih lanjut Iin menambahkan bahwa, Pertamina terus mempertahankan komitmennya untuk melayani masyarakat dan mendukung program Pemerintah untuk mewujudkan keadilan sosial bagi semua rakyat Indonesia. Ini adalah manifestasi dari upaya Pertamina untuk merajut kepulauan.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Ego Syahrial, menyatakan bahwa BBM Satu Harga merupakan bentuk kepedulian dari Pemerintah melalui BUMN untuk mewujudkan keadilan sosial dan mewujudkan konsep membangun Indonesia dari pinggiran. Karena itu, Pemerintah menghargai Pertamina atas upayanya menyediakan energi bahkan ke daerah-daerah terpencil dengan harga terjangkau.

"Upaya untuk menyamakan energi melalui BBM One Price adalah upaya luar biasa dari Pemerintah dan PT." Pertamina (Persero) dan entitas bisnis yang menyertainya mampu menggerakkan sektor ekonomi, termasuk yang ada di Buru yang memasuki wilayah 3T, "kata Ego .

Kepala Kepolisian Daerah Maluku, Inspektur Jenderal Polisi Royke Lumowa, dalam pidatonya juga menyatakan penghargaan dan dukungannya bagi Pertamina atas upayanya untuk mendistribusikan bahan bakar di wilayah Maluku.

"Kami selalu mendukung kontinuitas distribusi bahan bakar di wilayah Maluku sehingga kondisinya terus kondusif. Kami menyampaikan apresiasi kepada Pertamina," katanya.

SPBU 86.975,26 Kec. Air Buaya, Kab. Buru, yang diresmikan hari ini, memasok bahan bakar jenis Premium, Solar dan Pertalite dengan kapasitas masing-masing 5KL.

Titik suplai adalah dari Namlea TBBM, yang berjarak sekitar 100 km jauhnya, ditempuh melalui darat menggunakan mobil tangki selama 3 jam.

Kuota per bulan untuk Premium adalah 60 KL dan Solar 20 KL. Sebelum adanya titik BBM Satu Harga, masyarakat memperoleh bahan bakar untuk transportasi dan kebutuhan nelayan dari agen penyalur terdekat, yaitu ± 60 KM untuk Lala APMS dan ± 88 KM ke pompa bensin Namlea sehingga harga Premium adalah IDR 9.000 / liter dan 10.000 / liter Solar wilayah ini.

Dengan keberadaan pompa bensin ini, masyarakat Distrik Air Buaya sekarang bisa mendapatkan BBM dengan harga yang sama dengan daerah lain, yaitu Premium Rp. 6.450 / liter dan Solar Rp. 5,150 / Liter.

Sementara itu, BBM di kabupaten Bolakme dikirim dari titik pasokan Terminal BBM Jayapura, yang diangkut menggunakan tanker dan kemudian terus menggunakan pesawat terbang dan mobil truk.

Jarak yang ditempuh adalah sejauh 145 km dengan waktu tempuh normal hingga 3 jam. Setiap dua kali sebulan akan diberikan masing-masing 50 KL Bio Solar dan 150 KL Premium.

Pertamina berharap kehadiran titik BBM Satu Harga akan berdampak positif pada sektor ekonomi dan sosial bagi masyarakat di daerah masing-masing.

Selain itu, Pertamina juga berharap agar semua pihak, terutama Pemerintah Daerah, Kepolisian dan pemangku kepentingan, dapat mendukung dan mengawasi pelaksanaan program BBM Satu Harga di wilayah Air Buaya dan juga di Bolakme, sehingga proses distribusi bahan bakar dapat berjalan dengan lancar. dan seluruh komunitas dapat merasakan manfaatnya.[Go]

Leave a Reply