Jual Velg Mobil Murah

JAKARTA- Pemerintah Indonesia akan segera menghadirkan dua peraturan baru mengenai kendaraan elektrifikasi. Salah satu keprihatinan peraturan tersebut adalah penyesuaian skema Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM). Jumlah PPnBM tidak lagi dihitung berdasarkan ukuran mesin dan bentuk kendaraan, tetapi knalpot atau emisi, konsumsi bahan bakar, dan pilihan mesin di bawah 1.500 cc, 1.500 cc – 3.000 cc, dan 3.000 cc ke atas.

Melalui penyesuaian ini, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Transportasi dan Elektronik (ILMATE) Kementerian Perindustrian Harjanto berharap bahwa ekosistem industri otomotif akan lebih kompetitif, terutama untuk produksi dan ekspor sedan. Itu mengingat permintaan pasar luar negeri untuk lebih banyak mobil yang dikategorikan sebagai Sport Utility Vehicle (SUV) dan sedan. "Sedan, dalam peraturan lama, telah menjadi salah satu produk barang mewah sehingga pajak yang dikenakan lebih mahal. Tetapi melalui penyesuaian PPnBM ini, diharapkan Indonesia dapat memproduksi lebih banyak sedan, menjual sedan, dan selanjutnya dapat meningkatkan ekspor, "kata Herjanto di GIIAS 2019, Tangerang.

Jadi, seberapa efektif skema PPnBM baru untuk merangsang pasar sedan, mengingat bahwa dalam pengembangannya di negara ini, mobil kecil terus terkikis dan cukup mengkhawatirkan. "Sedan kami memiliki penerimaan yang buruk. Alasan untuk ini bukan hanya pajak, tetapi juga preferensi pelanggan. Ini menyangkut kualitas infrastruktur, dukungan industri komponen, dan sebagainya," kata Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Direktur Administrasi, Perusahaan dan Hubungan Eksternal Bob Azam seperti dikutip oleh Kompas.com, menjelang akhir Juli 2019.

Di Indonesia, lanjut Bob, masih banyak lubang dan sering banjir. Jadi menggunakan sedan untuk kendaraan sehari-hari tidak tepat meskipun kenyamanan yang diberikan oleh mobil jenis ini lebih baik. Kemudian, untuk meningkatkan volume ekspor kendaraan sedan, Bob mengatakan kontribusi sedan di pasar domestik harus dirangsang dulu.

"Ekspor tergantung pada situasi pasar negara tujuan. Biasanya, untuk menjadi negara berbasis ekspor adalah mobil dengan kontribusi (penjualan) terbesar di pasar domestik. Masalahnya adalah, pasar domestik Indonesia untuk sedan adalah juga tidak bagus, "kata Bob.

Sebagai informasi, sedan adalah segmen kendaraan terkecil di industri otomotif nasional. Berdasarkan data penjualan untuk Asosiasi Industri Otomotif Indonesia (GAIKINDO) 2018, penjualan sedan hanya 6.268 unit dari 1,1 juta unit, kurang dari satu persen.

Di pabrik TMMIN, Vios sebagai satu-satunya sedan yang diproduksi di sana, sepanjang 2018 angka produksinya adalah 23.800 unit. Dibandingkan model mobil lain tentu jumlahnya jauh terpaut. Sedangkan selama semester pertama (Januari – Juni) 2019, produksi Vios adalah 12.700 unit. (Foto: Bisnis)

Leave a Reply