Jual Velg Mobil Murah

GARDUOTO – Di Indonesia kepulangan telah menjadi tradisi yang sulit dilewatkan. Setiap tahun selama musim mudik, puluhan ribu orang berduyun-duyun ke kota asal mereka untuk berkumpul dengan keluarga besar dan merayakan liburan.

Namun, liburan Idul Fitri tahun ini tampaknya berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Alih-alih melepaskan kerinduan, kegiatan mudik selama pandemi Covid-19 justru akan berisiko bagi keluarga yang dikunjungi di rumah.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa pulang di tengah pandemi sebenarnya membahayakan keselamatan orang-orang terkasih di kota asal mereka.

Risiko penularan & tidak bisa jarak fisik

Saat pulang, kami berisiko terpapar ratusan hingga ribuan orang selama perjalanan. Jumlah orang yang dekat dengan kita tentu akan lebih banyak jika kita menggunakan transportasi umum seperti kereta api, bus, kapal, atau bahkan pesawat.

Kami tidak hanya dekat dengan sesama pelancong, tetapi juga penjual makanan, petugas tiket, dan sebagainya. Dengan cara ini kita tidak dapat mengenali siapa yang telah diuji positif untuk Covid-19 dan siapa yang tidak.

Bahkan, pasien yang positif bahkan mungkin tidak sadar terinfeksi karena mereka tidak menunjukkan gejala apa pun. Risiko tertular kami dapat terjadi jika Anda menyentuh benda yang terkontaminasi virus, kemudian menyentuh mata, hidung, atau mulut Anda tanpa mencuci tangan.

Virus dapat menempel pada fasilitas umum, pintu kendaraan, atau benda lain yang kita jumpai selama perjalanan.

Kurangnya fasilitas kesehatan di daerah tersebut

Alasan kedua adalah kurangnya fasilitas kesehatan di daerah tersebut, terutama di daerah pedesaan atau desa. Seperti yang kita ketahui di ibu kota, masih ada banyak berita tentang kurangnya alat pelindung diri (APD) untuk tim medis dan berbagai kebutuhan medis lainnya untuk perawatan pasien yang terinfeksi.

Jika fasilitas kesehatan regional tidak siap, sebagai akibatnya, alih-alih dapat membantu menangani pasien dengan cepat, malah membuat penyebaran virus ini menjadi tidak terkendali di daerah tersebut.

Setiap pelancong adalah ODP

Sesuai dengan permintaan Presiden Jokowi, ia meminta agar setiap kepala daerah menentukan masyarakat yang telah kehilangan tempat tinggal di wilayah Jabodetabek untuk ditunjuk sebagai Person in Oversight (CoR) Covid-19 ketika ia tiba di rumah.

Para pelancong yang telah ditetapkan statusnya sebagai ODP, nantinya akan diminta untuk melakukan isolasi independen selama 14 hari ke depan.

Membahayakan keselamatan orang yang dicintai

Bahkan jika kita merasa sehat atau telah didiagnosis bahwa kita tidak positif Covid-19, itu masih bisa menjadi risiko bagi keselamatan keluarga Anda di rumah.

Siapa yang bisa menebak, kita bisa saja terkena virus tanpa menyadarinya, baik di kota asal atau selama perjalanan.

Di rumah, orang-orang yang paling berisiko terinfeksi adalah orang tua dan saudara kita dan semua penduduk yang tidak selalu memiliki akses mudah ke fasilitas kesehatan.

Karena itu menunda pulang demi keselamatan keluarga di rumah adalah hal yang mulia dan terbaik yang dapat Anda lakukan saat ini.

Tidak perlu khawatir, bahkan jika Anda tidak dapat bertemu langsung, Anda masih dapat melakukan panggilan telepon atau membuat panggilan video untuk mengobati kerinduan Anda untuk keluarga Anda.

Meningkatkan kerugian dari semua aspek

Meningkatkan jumlah kasus setiap hari dapat membuat waktu penanganan lebih lama. Akibatnya, periode waktu untuk jarak fisik dan bekerja dari rumah terus diperpanjang hingga penyebaran virus ini dapat mereda.

Semakin lama waktu penanganan, semakin banyak kerugian yang akan dirasakan oleh semua orang. Pendidikan, ekonomi dan sektor-sektor lain akan terus dipengaruhi oleh penyebaran virus yang tidak terkendali ke daerah-daerah terpencil.

Melihat hal-hal ini, kita dapat menyimpulkan, kan? bahwa orang-orang yang akan pulang memiliki peluang sangat besar untuk terinfeksi.

Tidak hanya itu, mereka juga memiliki risiko penularan virus dalam tubuh mereka kepada orang lain bahkan ketika gejalanya belum muncul.

Mudik memang merupakan momen yang ditunggu oleh semua orang yang berada di luar negeri. Namun, kerinduan terhadap orang-orang terkasih di rumah seharusnya tidak membahayakan mereka.

Dengan kepatuhan untuk melakukan upaya jarak fisik, dan banding dari pemerintah, penanganan Covid-19 akan berjalan lebih cepat.

Akhirnya, waktu untuk mudik yang aman akan datang dan masyarakat dapat berkumpul di rumah bersama kerabat tanpa penyakit lebih lanjut.

Meskipun tidak dapat pulang ke rumah tahun ini, masih ada banyak cara untuk dapat menunjukkan kasih sayang kepada keluarga pada Idul Fitri, salah satunya adalah dengan memberikan perlindungan kepada keluarga melalui asuransi Garda Me, yang merupakan salah satu produk dari Astra Asuransi yang memberikan perlindungan utama dalam bentuk kompensasi kematian. atau kecacatan permanen keseluruhan karena kecelakaan.

Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat mengakses melalui GardaOto.com atau dapat menghubungi Garda Akses, yaitu call center Asuransi Astra di 1-500-112. Kami siap melayani 24 jam.

Semoga penyebaran virus Covid-19 dapat segera teratasi dan kita semua dapat melewati pandemi ini dengan aman, dan kita semua dapat kembali ke rutinitas normal seperti sebelumnya.[Go/Res]

Leave a Reply