Jual Velg Mobil Murah

GARDUOTO – Mulai Kamis (23/05) PT Jasa Marga (Persero) Tbk. akan merelokasi Gerbang Tol Cikarang Utama (GT). Hal ini dilakukan untuk meningkatkan layanan dan mengurangi kemacetan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

Dalam waktu dekat, GT Cikarang Utama akan tersingkir. Sebagai gantinya, Jasa Marga membangun Cikampek Utama GT di KM 70. Ini untuk pengguna jalan dari / ke timur (Jalan Tol Cikopo-Palimanan) dan GT Kalihurip Utama di KM 67 untuk pengguna jalan dari / ke selatan (Tol Cikampek-Purwakarta) Jalan-Jalan Padalarang) dan Padalarang-Cileunyi).

Latar belakang relokasi GT Cikarang Utama didasarkan pada berbagai faktor, termasuk:
1. Kapasitas transaksi yang tidak memadai di GT Cikarang Utama karena pembangunan dermaga Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) di GT Cikarang Utama yang berdampak pada berkurangnya kapasitas transaksi (penutupan enam gardu operasi).
2. Keberadaan dermaga Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (Tinggi) di sekitar GT Cikarang Utama menyebabkan kemacetan dan antrian untuk kendaraan.
3. Koneksi Jalan Tol Trans Jawa menyebabkan arus lalu lintas selama periode bolak-balik pada Lebaran 2019 di Jalan Tol Jakarta-Cikampek meningkat 15% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sehingga kapasitas GT saat ini Cikarang Utama tidak dapat mengakomodasi volume kendaraan.
4. Membagi beban lalu lintas transaksi di GT Cikarang Utama yang saat ini menerima beban transaksi kendaraan dari / ke timur (Jalan Tol Cikopo-Palimanan) dan dari / ke selatan (Jalan Tol Cipularang dan Padaleunyi) sambil memisahkan kluster Trans Jawa jalur utara dan selatan. .
5. Ada pergeseran dalam pola perjalanan lalu lintas komuter yang awalnya hanya tiba di Cikarang, sekarang berkembang ke Karawang.
6. Untuk mengakomodasi rencana Jakarta Greater Extension dengan pengembangan jaringan jalan tol JORR 3 yang menghubungkan Jalan Tol Bogor Ring Road (BORR) dengan Jalan Tol Jakarta-Cikampek di Karawang Barat.

Dengan merelokasi Cikarang Utama GT yang merupakan GT Barrier, perlu dilakukan ini:
1. Perubahan pada sistem pengumpulan tol dari sistem transaksi terbuka dengan IC Jakarta yang terdistribusi secara merata – Pondok Gede Barat / Timur, IC Jakarta – Cikarang Barat dan sistem transaksi tertutup dengan Cikarang Barat – penetapan harga proporsional Cikampek menjadi sistem transaksi terbuka pada IC Jakarta – Cikampek.
2. Perubahan Sistem Tarif di Jalan Tol Jakarta-Cikampek dengan mendistribusikan 4 (empat) wilayah pemerataan, yaitu Jakarta IC – Ramp Pondok Gede Barat / Pondok Gede Timur, Jakarta IC – Cikarang Barat, Jakarta IC – Karawang Timur, dan Jakarta IC – Cikampek

Sesuai dengan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) No. 481 / KPTS / M / 2019 Tanggal 15 Mei 2019 Tentang Penentuan Tarif dan Perubahan Sistem Pengumpulan Tol di Jalan Tol Jakarta-Cikampek, perubahan sistem transaksi untuk Jalan Tol Jakarta-Cikampek akan mulai berlaku pada 23 Mei 2019 pukul 00.00 WIB dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Kendaraan dari arah Jakarta menuju Cikampek akan melakukan transaksi di akses off-ramp dengan membayar tarif tol secara merata sesuai dengan area tarif;
2. Kendaraan dari Cikampek menuju Jakarta akan melakukan transaksi on-ramp pay dengan membayar tarif tol secara merata sesuai dengan tarif daerah;
3. Area tarif menjadi sistem transaksi terbuka dengan tarif merata yang terdiri dari:
Sebuah. Wilayah 1 dengan tarif Rp. 1.500, – (IC Jakarta – Pondok Gede Barat / Timur);
b. Wilayah 2 dengan tarif Rp. 4.500, – (IC Jakarta – Cikarang Barat);
c. Wilayah 3 dengan tarif Rp. 12.000, – (IC Jakarta – Karawang Timur);
d. Wilayah 4 dengan tarif Rp. 15.000, – (Jakarta IC-Cikampek)

Untuk meningkatkan daya saing nasional sektor logistik melalui kebijakan multi-poros, serta untuk meningkatkan daya beli masyarakat dalam bentuk pengurangan tarif tol, pengaturan dibuat untuk kelompok jenis kendaraan; dari 5 grup tarif awal untuk 5 grup kendaraan hingga 3 grup tarif untuk 5 grup kendaraan.

"Untuk akses gerbang tol barat GT Cikarang Utama / sebelum GT Cikarang Utama, kendaraan Grup I tidak terpengaruh oleh penyesuaian tarif tol karena perubahan sistem transaksi," jelas General Manager Jasa Marga, Cabang Jakarta-Cikampek Raddy R. Lukman pada konferensi pers yang diadakan di Pusat Media Hari ini Kementerian PUPR (16/05).

Penyesuaian tarif yang dilakukan setelah perubahan sistem transaksi juga tidak berdampak signifikan di Wilayah 2 (IC Jakarta – Cikarang Barat). Tidak hanya itu, ada penurunan yang signifikan dalam tarif untuk Transportasi Logistik di Wilayah 2 yang mencapai Rp. 2.500 untuk kendaraan Gol. III, Rp. 2.000 untuk kendaraan Gol. IV dan Rp. 4.000 untuk kendaraan Gol. V.

Namun, penyesuaian tarif berdampak pada akses gerbang tol di Wilayah 3 (setelah GT Cikarang Utama), yaitu wilayah Cikarang Barat ke Karawang Timur, yang setelah sistem transaksi berubah menjadi sistem transaksi terbuka, menerapkan tarif rata-rata Rp. 12.000 untuk Gol I. Sementara itu, untuk tarif yang berlaku di Wilayah 4 masih sama dengan tarif tol jarak jauh (IC Jakarta – Cikampek / Kalihurip) dengan tarif genap Rp. 15.000 untuk Gol I.

"Proporsi kendaraan setelah Jalan Tol Jakarta-Cikampek telah mengalami perubahan dalam sistem transaksi dan penyesuaian tarif, sebanyak 70% kendaraan yang tidak terpengaruh (tidak membayar lebih) dan 30% dari mereka yang terkena dampak membayar lebih atau lebih murah," jelas Direktur Operasi Jasa Marga Subakti Syukur.[Go/Res]

Leave a Reply