Jual Velg Mobil Murah

GARDUOTO – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono sedang mendorong agar Jalan Akses Pelabuhan Patimban 8,2 Km diselesaikan tepat waktu sesuai dengan target kontrak pada April 2020.

Ini karena ketersediaan infrastruktur jalan sangat penting untuk mendukung Pelabuhan Patimban yang akan menjadi pelabuhan internasional terbesar di Indonesia selain Pelabuhan Tanjung Priok.

"Untuk alasan ini, saya meminta agar sumber daya ditambahkan, baik peralatan dan pekerja. Pergeseran kerja juga harus ditingkatkan sehingga dapat diselesaikan tepat waktu," kata Menteri Basuki sambil meninjau lokasi pembangunan jalan akses yang menghubungkan Jawa. Jalan Nasional Pantai Utara (Pantura) dengan Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Kamis (28/11).

Menteri Basuki mengungkapkan, penyelesaian pembangunan Jalan Akses Pelabuhan Patimban juga merupakan salah satu pertemuan lanjutan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan mantan Perdana Menteri Jepang untuk periode 2007 – 2008 Yusuo Fakuda yang juga merupakan Ketua Asosiasi Jepang – Indonesia minggu lalu.

"Karena jalan akses ini juga merupakan bagian dari kerja sama antara Indonesia dan Jepang dengan skema pinjaman yang melibatkan kontraktor dari negara pemberi pinjaman. Untuk itu harus dilakukan agar selesai tepat waktu. Saat ini kemajuan konstruksi sudah mencapai 55,8%, "kata Menteri Basuki.

Konsultan kontrak pengawasan akses jalan dan pengawasan pembangunan Pelabuhan Patimban ditandatangani pada tanggal 14 Agustus 2018 dengan kontraktor pelaksana yaitu PT PP, PT. Bangun Kontraktor Cipta dan Shimizu Corporation dengan alokasi anggaran sebesar Rp 1,12 triliun

Sedangkan konsultan supervisi dilakukan oleh Katahira & Engineer International bekerja sama dengan Nippon Engineering Consultant dan PT Perentjana Djaja, PT Sarana Multi Daya, PT Parama Karya Mandiri, PT Mekaro Daya Mandiri dan PT Maratama Cipta Mandiri senilai Rp63,51 miliar.

Jalan akses Pelabuhan Patimban dibangun menggunakan 3 metode konstruksi, sebagian besar ditinggikan (overpass).

Hal ini disebabkan kondisi lahan di sekitar lokasi berupa sawah dengan kontur tanah lunak. Tiga konstruksi yang dibangun terdiri dari lempengan tiang sepanjang 5,9 Km, jalan layang 1,6 Km, dan trotoar fleksibel 0,7 Km.

Menteri Basuki mengatakan bahwa pembangunan jalan dengan konstruksi yang ditinggikan akan menguntungkan perlindungan sawah di daerah tersebut.

"Jika dibangun dengan konstruksi konvensional, sawah dan irigasi teknis pasti akan habis." Pembangunan jalan baru biasanya diikuti oleh pertumbuhan penduduk yang pesat & # 39; kegiatan seperti pemukiman dan toko. Karena itu, kami membuatnya dengan konstruksi tinggi, "katanya.

Kementerian PUPR juga sedang mempersiapkan pembangunan jalan tol yang akan menghubungkan Pelabuhan Patimban dengan Jalan Tol Cikopo – Palimanan (Cipali) sepanjang 29,8 Km dari Subang yang ada.

Saat ini ada Pemrakarsa Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban, yaitu konsorsium antara PT Jasa Marga, PT Surya Semesta Internusa, PT Daya Mulia Turangga dan PT Jasa Sarana dengan investasi sekitar Rp6,35 triliun.

Kemajuan pembangunan jalan tol ini telah memasuki finalisasi dokumen studi kelayakan, desain dasar, rencana baris, analisis dampak lingkungan, serta dokumen perencanaan pengadaan tanah dari pemrakarsa kepada Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) untuk mempersiapkan untuk proses lelang.

Selanjutnya, pemrakarsa melaksanakan Studi Kelayakan (FS) yang direncanakan untuk Januari 2020. Konstruksi ditargetkan untuk memulai konstruksi pada 2021 dan selesai pada 2024.[Go/Ags]

Leave a Reply