Jual Velg Mobil Murah

GARDUOTO – Menteri Perhubungan mengatakan bahwa perlu segera membuat aturan mengenai ojek secara online. Ini disampaikan saat "Obrolan Ojol Bareng Menhub". Kegiatan ini berlangsung di The Breeze BSD, Tangerang Selatan, Minggu (17/02).

Menteri Perhubungan didampingi langsung oleh Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany dan Kepala Badan Manajemen Transportasi Jabodetabek Bambang Prihartono.

Dia mengatakan bahwa saat ini partainya telah menyiapkan peraturan. Jika tidak ada yang salah maka Maret 2019 atau bulan depan aturan ini sudah dapat dikeluarkan.

"Kami berharap aturan ini menjadi akhir Maret, karena sekitar minggu kedua atau ketiga Maret baru saja selesai dari Kemenkumham. Yang akan diatur adalah masalah tarif, perlindungan bagi konsumen, dan masalah keselamatan komprehensif." Kami harus mengutamakan keselamatan dalam peraturan agar pengemudi dilindungi, "jelas Menteri Perhubungan.

Menteri Perhubungan mengatakan Kementerian Perhubungan telah menyiapkan aturan ini karena ojol adalah alat transportasi yang dibutuhkan oleh masyarakat. Banyak hal positif yang didapat dari keberadaan ojek online ini. Karena itu, Menteri Perhubungan meminta agar semua pengemudi ojol mematuhi aturan yang ada.

"Ojol sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Bahkan Presiden Jokowi mengatakan ini adalah profesi yang mulia. Ojol memberikan layanan yang luar biasa, itu juga memberikan penghasilan bagi banyak orang," tambahnya.

Hanya Menteri Perhubungan yang menyatakan bahwa sebagai profesi, ada risiko. Dalam transportasi yang namanya profesi, keselamatan harus dilindungi. Karena itu kami katakan melakukan profesi ojol dengan aman, kami telah mensosialisasikannya.

"Saya berharap lebih banyak hari, ojol ini akan menjadi lebih kompak tetapi mematuhi aturan, seperti harus memakai helm, tidak mempercepat, tidak berkerumun, dan tidak kasar-kasar di jalan," perintah Menteri Perhubungan.

Ketika ditanya tentang tarif apa yang akan diatur, Menteri Perhubungan menjawab bahwa dia tidak akan memaksakan nomornya. Tentunya dia berjanji bahwa tarifnya akan berada dalam kisaran yang tepat.

"Mengenai tarif, ada risiko, tetapi pasar juga harus dilihat. Saya tidak memaksakan nomornya nanti, tetapi akan dengan harga yang wajar. Jika dikatakan Rp. 2.400 atau Rp. 2.500 di saya pendapat cukup, karena taksi adalah tarif batas bawah Rp. 3.200 lebih rendah. Jika tarif batas bawah adalah Rp. 5.000, mungkin tidak menjual nanti, "katanya.[Go/Res]

Leave a Reply