Jual Velg Mobil Murah

GARDUOTO – Insiden seorang ibu melahirkan di pengumpan ambulans dengan Alat Mekanik Serbaguna Pedesaan (AMMDes). Kali ini terjadi di Kabupaten Lebak, Banten. Dan sebagai sujud syukur, bayi itu diberi nama Amdes.

"Ini membuktikan bahwa manfaat AMMDes sedang dirasakan lagi oleh masyarakat di Kabupaten Lebak, Banten, terutama untuk wanita hamil," kata Direktur Industri Kelautan, Transportasi, dan Peralatan Pertahanan di Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika dalam Jakarta, Minggu (22/12).

Putu menceritakan kronologi acara tersebut. Dimulai dengan ibu, Sawiyah, yang sudah mengalami pembukaan ke-8.

Perjalanannya dari Desa Kadurahayu ke Puskesmas Desa Mekarmanik akhirnya terhenti karena harus melakukan proses persalinan.

"Saya mendapat informasi, bahwa Ny. Sawiyah melahirkan di ambulans AMMDes pada tengah malam sebelum jam 2 pagi," katanya. Bayi perempuan, anak kedua dari pasangan Sawiyah dan Sapri, lahir dalam kondisi sehat dengan berat 3 kg dan panjang 48 cm.

Menurut Putu, peran AMMDes menjadi bukti nyata dari upaya untuk mengurangi angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKI).

Pengumpan ambulans AMMDes adalah proyek percontohan, karena di Kabupaten Lebak masih ada puluhan desa yang memiliki akses jalan yang buruk dan berbatu, sehingga sulit dijangkau oleh ambulan konvensional.

"Saya sangat tersentuh dan bangga atas kontribusi relawan Ibu Hamil dan Ibu Hamil yang Mengambil (Jamilah) yang mengoperasikan pemasok ambulan AMMDes. Karena kami berharap alat multiguna ini dapat terus tumbuh dalam layanan rujukan kesehatan di daerah , "jelasnya.

Juli lalu, Kementerian Perindustrian dan Pemerintah Kabupaten Lebak, USAID Jalin, PT. Samudera Marine Indonesia, PT. Kreasi Mandiri Wintor Indonesia dan PT. Distributor Kreasi Mandiri Wintor telah menandatangani kemitraan untuk "Proyek Percontohan untuk Meningkatkan Layanan Transportasi Rujukan Kesehatan melalui penggunaan AMMDes Ambulance Feeders" di Lebak, Banten.

"Program proyek percontohan adalah manifestasi nyata dari peningkatan status kesehatan masyarakat melalui program Jamilah, yang diperkenalkan pada tahun 2017," kata Putu.
Tujuannya juga untuk memperkuat keterlibatan wanita hamil dengan sukarelawan Jamilah.

"Kami terus mengundang semua pemangku kepentingan untuk berkontribusi secara aktif dan berkomitmen untuk mendukung perluasan penggunaan dan pengembangan implementasi AMMDes dalam meningkatkan kegiatan bisnis atau produktivitas dan meningkatkan layanan masyarakat pedesaan," tambahnya.

Putu optimis, penggunaan ambulan ambulan AMMDes mampu menekan AKI dan AKB di Kabupaten Lebak sebagai akibat dari kondisi jalan desa yang kurang infrastruktur dan topografi berbukit sehingga sulit dijangkau dengan kendaraan umum.

"AMMDes dilengkapi dengan kunci defensif dengan ban yang dapat disesuaikan dengan medan jalan, sehingga tidak selip untuk melewati medan ekstrem dan infrastruktur minim," katanya. AMMDes sudah memiliki tingkat konten komponen lokal yang tinggi, mencapai 70%.[Go/Res]

Leave a Reply