Jual Velg Mobil Murah

JAKARTA- Masalah truk dengan ukuran yang terlalu besar dan kapasitas berlebih (ODOL) menjadi perhatian Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Truk ODOL, terutama di jalan tol dianggap berbahaya dan dapat memicu kecelakaan lalu lintas. Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), kerugian negara akibat truk ODOL sebenarnya mencapai Rp 43 miliar.

Karena itu, Kementerian Perhubungan menargetkan semua jalan tol di Indonesia bebas dari truk ODOL pada 2020. Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi, mengatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Kementerian Publik Pekerjaan Polisi Lalu Lintas dan Kepolisian Nasional tepat sasaran. "Tidak cukup dengan jalan tol yang akan bebas dari ODOL, penyeberangan berikutnya juga akan membuat ODOL gratis," katanya seperti dikutip Tribune baru-baru ini.

Kemudian, pada 1 Februari 2020, persimpangan antara Pelabuhan Merak (Banten) – Bakauheni (Lampung), dan Pelabuhan Ketapang (Jawa Timur) – Gilimanuk (Bali) akan menjadi wilayah bebas ODOL. Nantinya di jalan tol akan dilengkapi dengan detektor dimensi dan alat penimbang beban truk. "Jadi sekarang untuk pemilik kendaraan yang dimensinya tidak sesuai, segera normalkan kendaraan mereka, yang masih kelebihan dimensi sehingga tidak memasuki jalan tol," katanya.

Larangan juga berlaku untuk transportasi Sungai, Danau, dan Transportasi Pelabuhan (ASDP) lainnya. Direktur Infrastruktur Transportasi Darat di Kementerian Perhubungan, Risal Wasal, mengatakan bahwa larangan itu diberlakukan karena kendaraan yang kelebihan muatan membahayakan kapal karena berpotensi tenggelam.

Truk ODOL yang diangkut oleh kapal berpotensi menyebabkan bahaya karena mengurangi kinerja rem dan dapat menyebabkan kerusakan sprinkler air. Namun sebelum itu, ia berharap jalan tol pertama-tama bisa bebas dari truk ODOL, sehingga ketika mereka tiba di pelabuhan mereka semua adalah mobil barang yang tidak melebihi kapasitas.

Dia menekankan bahwa dia akan meningkatkan pengawasan truk ODOL di Unit Implementasi Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) atau jembatan timbang. Mobil yang memasuki jembatan tidak akan dapat melewatinya jika terbukti bahwa muatan melebihi kapasitas baik dari segi berat maupun volume.

"Di luar (jembatan timbang) kami memasang boneka angin untuk menggantikan HR (petugas), kami menambahkan teknologi. Di atas boneka ada dua CCTV. Jika dia tidak memasuki jembatan timbang, data akan dicatat," katanya seperti dikutip oleh Merdeka.

Data yang direkam akan segera dilaporkan kepada pihak berwenang sehingga dapat ditindaklanjuti. Dia mengatakan dia tidak memiliki wewenang untuk menindak kendaraan di luar jembatan timbang. Dari awal tahun hingga 1 Oktober, ada 1.847.654 truk dan mobil pengangkut barang lainnya yang termasuk dalam Implementasi Unit Penimbangan Kendaraan (UPPKB). "Mereka yang melanggar 724.246 kendaraan, yang tidak melanggar 1.123.408 kendaraan," katanya.

Adapun kategori pelanggaran untuk kendaraan barang, termasuk daya dukung (overload), over dimensi, prosedur pemuatan, jalan yang layak, kelengkapan dokumen, dan kelas jalan. Sementara itu, jenis-jenis pendidikan termasuk peringatan, tilang, dan tindakan lainnya. Proses penghilangan menggunakan sistem non tunai untuk mencegah praktik korupsi di jembatan timbang. "Tanpa uang tunai. Kami bekerja sama dengan Bank BRI," katanya. (Foto: Liputan6)

Leave a Reply

Open chat
Halo Maxbro!!!
OTOMAX DISKON VELG MOBIL ???? BISA KREDIT LOH!
Ring 15 : Cuma 3.6Jt
Ring 16 : Cuma 4.3Jt
Ring 17 : Cuma 4.9Jt
Ring 18 : Cuma 5.9Jt

Sudah FREE ++
- Pemasangan
- Spooring
- Nitrogen
- Balancing
- Pentil
- Disc Baut Variasi
- Disc Centering

Kami menyediakan berbagai merk ban :
Pirelli | Yokohama | Michelin | Falken | Continental | Maxxis | Nangkang | Kumho
Accelera | Achilles | Bridgestone | Dunlop | GT Radial | Hankook | Kanati
_
Disini Promonya ?? :
https://linktr.ee/otomaxstore
_
*Jabodetabek | Home Credit
*Luar jabodetabek bisa pakai cicilan Marketplace (Kredivo, Akulaku Dll)
Periode Promo 01 Desember - 31 Desember 2020