Jual Velg Mobil Murah

JAKARTA— PT Isuzu Astra Motors Indonesia (IAMI) mendukung langkah Kementerian Perhubungan untuk Sertifikasi Uji Tipe Kendaraan Bermotor (SRUT). Langkah ini terjadi dalam sosialisasi yang berlangsung di gerai Isuzu di GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 mobil, Kamis, 25 Juli 2019.

Peraturan ini telah dinyatakan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 55/2012 tentang kendaraan. Peraturan tersebut berbunyi, "Setiap kendaraan bermotor harus diuji dalam jenis kendaraan bermotor yang memiliki definisi tes yang dilakukan pada Kendaraan Bermotor fisik atau pemeriksaan desain dan rekayasa Kendaraan Bermotor, Gerbong Ganda atau Gerbong sebelum Kendaraan Bermotor dibuat dan / atau dirakit dan / atau diimpor secara massal dan Kendaraan Bermotor yang dimodifikasi ".

Setelah menjalani semua tes tipe dan kondisi lainnya, setiap pembelian kendaraan baru akan mendapatkan SRUT yang dapat digunakan sebagai bukti bagi konsumen jika kendaraan yang mereka beli layak jalan. "Isuzu selalu memastikan bahwa produk kendaraan memiliki Sertifikasi Uji Tipe, serta untuk kendaraan yang menggunakan aplikasi yang dibuat oleh badan mobil. Sejak 2015, Isuzu memiliki program sertifikasi badan dan telah mensertifikasi 41 badan sesuai dengan standar Isuzu dengan total 275 SKRB (Surat Keputusan Desain Bangunan), "kata General Manager Marketing di PT IAMI Attias Asril, seperti dikutip Kompas.

Menurut Direktur Fasilitas Transportasi Darat di Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Sigit Irfansyah, SRUT adalah salah satu tes wajib yang harus dilakukan untuk setiap kendaraan bermotor untuk mendapatkan Sertifikat Nomor Kendaraan atau STNK.

"Fungsi SRUT untuk mendapatkan registrasi kendaraan, semua kendaraan ini diperlukan, setelah uji jenis langsung SRUT. Nah kendaraan komersial dari prosesnya memang berbeda, setelah uji jenis kendaraan tidak akan mendapatkan SRUT langsung karena mereka akan bangun lagi di bodi mobil, setelah itu SRUT hanya akan dilakukan, "kata Sigit.

Salah satu masalah, menurut Sigit, adalah bahwa kadang-kadang pengusaha merasa bahwa SRUT terasa lama untuk keluar, dan ini sebenarnya cukup masuk akal mengingat akan ada review dari pihak penguji mengenai kendaraan yang telah dibuat dari tubuh. . "Masalah di lapangan lebih sering tentang penyesuaian, apakah desain kendaraan yang keluar dari tubuh sesuai dengan SKRB atau tidak. Kita harus melakukan tes lain, apakah itu tidak otomatis seperti SRUT itu tidak akan keluar sehingga prosesnya agak lama, "kata Sigit. (*)

Leave a Reply