Jual Velg Mobil Murah

GARDUOTO – Pemerintah mengungkapkan strategi mereka untuk menghadapi arus balik melalui Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Jumat (7/6).

Menteri Perhubungan menjelaskan bahwa ada beberapa kebijaksanaan untuk menangani arus balik. Salah satu kebijaksanaannya adalah mengatur penggunaan area istirahat.

Itu karena, selama masa mudik kemarin. Tempat istirahat merupakan salah satu penyebab masalah kemacetan lalu lintas.

"Saya mengimbau para pelancong untuk tidak berhenti di tempat istirahat, jika tidak mendesak. Jika jaraknya mencapai 6 jam dan kondisi tubuh atau tingkat kebugaran sudah maksimal, mereka tidak perlu berhenti," kata Budi.

Lebih lanjut, Menteri Perhubungan menjelaskan bahwa walaupun ia harus berhenti, tetapi untuk sesaat. Jika tidak dalam keadaan darurat, hal terpenting adalah jangan berhenti di bahu jalan karena berbahaya dan menyebabkan kemacetan.

Sementara Kepolisian Nasional Corlantas menyarankan masyarakat untuk menggunakan area istirahat di sisi kanan jalur pada saat implementasi satu arah.

Pada saat arus balik. Keleluasaan lain dilakukan dengan melakukan rekayasa lalu lintas melalui aplikasi satu arah yang dilaksanakan mulai hari ini pukul 14.05 WIB dari Gerbang Tol Kalikangkung 414 KM ke KM 70 GT Cikampek Utama.

Namun untuk selanjutnya, satu cara akan mulai berlaku mulai pukul 12.00 WIB. Sementara aliran kontra dari KM 61 ke KM 33 diterapkan secara situasional.

Satu cara berlaku selama empat hari dari 7 Juni hingga 10 Juni 2019. Dan situasional dalam menyesuaikan kondisi lalu lintas. Menteri Perhubungan berharap masyarakat dapat melakukan perjalanan kembali pada waktu yang tepat.

"Kami berharap bahwa kami akan meninggalkan arus balik hari ini atau memang setelah 10 Juni, kami akan menghindari 9 Juni karena sebagai puncak arus balik itu, sangat berbahaya jika kami tidak melakukannya secara intensif," kata Menteri Perhubungan.

Menteri Perhubungan lebih lanjut mengatakan bahwa kebijaksanaan lain juga akan dilakukan. Itu merekomendasikan Gerbang Palimanan untuk dihapus atau dinonaktifkan jika panjang kemacetan telah mencapai hingga 3 Km.

Terkait hal ini, Menteri Perhubungan mengatakan bahwa ia akan mengeluarkan surat edaran kepada Polisi dan pemangku kepentingan terkait untuk melaksanakan kebijaksanaan.

"Sejak kemarin saya merekomendasikan gerbang Palimanan dihapus jika kemacetan telah mencapai 3 Km. Kami akan mengoordinasikan Insya Allah malam ini kami akan merilis surat edaran sehingga besok kami bisa berjalan. Ya, kami tidak berharap akan ada kemacetan hingga 3 km, tetapi kami tidak ingin mengambil risiko jika itu terjadi. Ini dilakukan sebagai langkah antisipasi, "kata Menteri Perhubungan.[Go/Res]

Leave a Reply