Latest News

Ini adalah hukuman yang diterima oleh Sindikat Pemalsuan Federal Federal di Yogyakarta

GARDUOTO – PT Federal Karyatama sebagai produsen pelumas merek Federal Oil bersama dengan Polisi Yogyakarta Yogyakarta, telah berhasil mengungkap sindikat pemalsuan pelumas Minyak Federal di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan dari masyarakat yang mencurigai keberadaan minyak Federal palsu, pada 17 Oktober 2017. Dari laporan publik, PT Federal Karyatama segera menindaklanjuti, untuk memberikan perlindungan kepada konsumen Minyak Federal.

Kemudian PT Federal Karyatama menguji sampel minyak yang dimaksud, dari hasil pengujian sampel ditemukan bahwa minyak yang diuji tidak sesuai dengan standar yang diproduksi oleh pabrikan.

Kasus pemalsuan ini diserahkan ke Kantor Polisi Daerah Sleman, kemudian Kepolisian Kabupaten Sleman melakukan penggerebekan di sebuah bengkel mobil Fajar Motor di JL Raya Kaliurang KM 8.5 Sleman, dan menemukan bukti adanya minyak palsu. Diketahui bahwa bengkel milik Rudi alias Gouw Hian Beng (R).

Untuk mempercepat kontrol minyak palsu, Rudi dibantu oleh Imron alias Imam (I), Imron ditugaskan menjual dan mendistribusikan minyak palsu ke toko-toko dan bengkel di wilayah Sleman, Yogyakarta.

Dari hasil penyelidikan pasokan minyak palsu, didapatkan dari PT Dua Pilar Mandiri yang berlokasi di Bekasi. Namun, setelah dilacak, tidak ada lokasi gudang penyimpanan yang ditemukan.

Selama proses penyelidikan tersangka Imron tidak kooperatif dan telah melarikan diri, sehingga proses investigasi terhambat.

Akhirnya pada Oktober 2018 para penyelidik dari Kepolisian Kabupaten Sleman berhasil melakukan penangkapan Imron di Jawa Barat. Dari hasil pemeriksaan, kedua tersangka dinyatakan bersalah dan melanggar Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, Hukum Merek Dagang dan Hukum Desain Industri.

Tersangka R dan I telah diproses secara hukum dan saat ini sedang diproses di Pengadilan Negeri Sleman. Penangkapan ini merupakan bentuk keprihatinan nyata bagi PT Federal Karyatama, kepada konsumennya yang sangat peduli dan menjaga kepuasan, serta memberikan layanan kepada pelanggan mereka dan melindungi konsumen setia pengguna pelumas Federal Oil.

"Pamalsuan ini tentu sangat merugikan konsumen, karena menggunakan oli yang tidak sesuai standar, tidak mampu melindungi mesin dengan sempurna. Proses hukumnya memang cukup lama, dan akhirnya putusannya baru diputuskan minggu lalu, terpidana dijatuhi hukuman 10 bulan dan denda Rp 2 juta, anak perusahaan pengganti denda 2 bulan, "kata Ivan Ally, Kepala Komunikasi Korporat di PT Federal Karyatama.[Go/Hml]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top