Jual Velg Mobil Murah

JAKARTA – Para pelaku industri menghargai pajak super pemotongan yang akan diatur oleh pemerintah dalam waktu dekat. Salah satu pengurangan pajak adalah di sektor otomotif dan alat berat. Pengurangan pajak ini diberikan oleh pemerintah kepada perusahaan yang telah membuktikan program peningkatan kualitas tenaga kerja dan memiliki program penelitian dan pengembangan, Litbang.

Donny Saputra (Direktur Pemasaran 4W PT Suzuki Indomobil Sales, SIS) mengatakan bahwa ia menyambut baik langkah pemerintah. "Kami memiliki program bagi karyawan kami untuk belajar secara langsung di Jepang sehingga kemampuan mereka meningkat dan memiliki keunggulan kompetitif," katanya seperti dikutip oleh Kontan.co.id, Rabu 10 Juni 2019).

Dalam hal desain produk, Suzuki juga berperan dalam mengembangkan produk bersama dengan prinsipal, salah satu contohnya adalah model Ertiga. Manajemen merasa bahwa apa yang telah dilakukan sejauh ini telah sejalan dengan visi pemerintah.

Namun soal minat membangun R & D kejuruan atau baru, Donny enggan menyebutkannya. "Kita harus menunggu sampai detail peraturan ada dan disosialisasikan. Jika sudah rinci, kita bisa mengambil langkah berikutnya," katanya.

Sementara itu Ketua Asosiasi Alat Berat Indonesia (Hinabi), Jamaluddin mengakui bahwa program ini sangat menarik bagi produsen alat berat. "Meskipun bagi kami target terus berkontribusi pada industri lokal yang merupakan mandat dan kewajiban kami sebagai industri," katanya.

Program ini tentu akan menggairahkan industri alat berat untuk terus berinvestasi. Sedangkan untuk kasus pelaku bisnis alat berat yang memenuhi persyaratan insentif, kata Jamaluddin, banyak industri alat berat dan industri pendukung telah melakukan hubungan dan kecocokan dengan lembaga kejuruan dan tersier. Salah satu produsen alat berat, PT Komatsu Indonesia pada akhir 2017 kemarin menandatangani nota kesepahaman tentang kerja sama dengan lembaga pendidikan untuk mengembangkan sumber daya manusia (SDM) perusahaan itu sendiri.

Sedangkan untuk sektor penelitian dan pengembangan, perusahaan bekerja sama dengan universitas dalam negeri, yaitu Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Indonesia (UI) Jakarta. Perusahaan juga menandatangani kerjasama dengan 35 sekolah menengah kejuruan (SMK) di Jawa.

Komatsu sendiri telah membantu menyelaraskan kurikulum di sekolah-sekolah kejuruan dengan basis kompetensi sesuai dengan kebutuhan industri serta perusahaan telah mendirikan pusat pelatihan. Sekolah kejuruan ini diharapkan dapat mengembangkan sumber daya manusia dalam perusahaan dan afiliasi lainnya.

Menteri Keuangan (Menteri Keuangan) Sri Mulyani seusai rapat paripurna di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia kemarin, Selasa (10/7) mengatakan bahwa dia akan menyelesaikan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang berasal dari Peraturan Pemerintah (PP) No. 45/2019 tentang Amandemen Peraturan Pemerintah No. 94/2010 tentang Perhitungan Penghasilan Kena Pajak dan Pelunasan Pajak Penghasilan pada Tahun Kontrak yang mengatur insentif ini dalam minggu berikutnya. (*)

Leave a Reply