Jual Velg Mobil Murah

GARDUOTO – Perusahaan jual beli mobil berbasis aplikasi digital PT. CAR BEBERAPA INDONESIA (Carsome) dikeluhkan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) oleh Masyarakat Teknologi Hukum Indonesia (MPHTI)

Hal ini disampaikan oleh M. Triastomo sebagai perwakilan MPHTI di kantornya di Setiabudi, Jakarta (19/6). Pengaduan diajukan oleh MPHTI pada tanggal 26 Maret 2019 dan hanya menerima tanggapan dari BKPM pada tanggal 13 Juni 2019.

Dalam pengaduan tersebut, MPHTI meminta BKPM untuk melakukan investigasi terhadap Carsome yang diduga telah melakukan kegiatan bisnis yang bertentangan dengan hukum dan peraturan yang berlaku.

Berdasarkan pengamatan MPHTI dan laporan yang mereka terima. MPHTI menemukan potensi pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2017 tentang investasi (Undang-Undang Investasi) dan Peraturan Presiden Nomor 44 Tahun 2016 tentang Daftar Bidang Usaha yang Tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka dengan Persyaratan di Bidang Investasi yang dilakukan oleh Carsome.

"Berdasarkan pemahaman kami, Carsome adalah perusahaan dengan status investasi asing (PMA)," kata Tomo.

Dia menambahkan berdasarkan laporan yang kami terima dan pengamatan kami. Sehingga diduga bahwa Carsome telah dan sedang melakukan kegiatan bisnis yang bertentangan dengan Undang-Undang Investasi dan Peraturan Presiden No. 44 Th 2016 karena bisnis pembelian dan penjualan perdagangan eceran mobil, sepeda motor dan kendaraan komersial.

"Bahwa berdasarkan lampiran Perpres, perdagangan eceran mobil sepeda motor dan kendaraan komersial termasuk dalam daftar sektor bisnis yang hanya dapat dilakukan oleh perusahaan domestik 100%," tambahnya.

Tomo juga mengatakan bahwa dia menemukan fitur lelang di portal Carsome, di mana MPHTI meminta BKPM untuk memeriksa kelengkapan semua lisensi, pendirian pasar mobil. Termasuk bagaimana melakukan pelelangan yang dilakukan oleh Carsome.

"Ini demi keadilan dan kepastian hukum untuk bisnis serupa lainnya yang patuh dan tunduk pada hukum dan peraturan yang berlaku di Indonesia," kata Tomo.

BKPM telah memanggil perwakilan Carsome dan menghadirkan perwakilan Direktorat Deregulasi dan perwakilan Pusat Bantuan Hukum. Menanggapi bahwa izin dan praktik bisnis sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku.

Namun, MPHTI akan terus bertemu dengan BKPM untuk menindaklanjuti tanggapan BKPM. Karena rasanya rugi. Terutama dari pelaku usaha serupa yang notabene kecil dan kelas menengah yang tidak memiliki dukungan modal tinggi.

Tanggapan Carsome

Kami telah belajar dari pihak berwenang tentang keluhan yang ditujukan kepada Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dari pihak ketiga tentang tuduhan ketidakpatuhan hukum. Kami menolak semua dugaan ketidakpatuhan terhadap keluhan, dan setelah berkonsultasi dengan otoritas terkait, kami yakin bahwa kami tidak melakukan pelanggaran.

Kita juga tahu bahwa pihak ketiga ini telah menerima surat konfirmasi dari BKPM, tanggal 13 Juni 2019, yang menyatakan bahwa kami tidak melanggar peraturan apa pun dan diizinkan untuk melakukan bisnis pasar di Indonesia sesuai dengan peraturan yang berlaku. Isi surat itu juga sudah dikonfirmasi oleh pihak ketiga. Dengan surat dari BKPM, kami percaya bahwa masalah ini telah diselesaikan dengan jelas.

Sebagai perusahaan yang telah dikonfirmasi di Indonesia, kami tetap berkomitmen untuk sepenuhnya menghormati hukum dan peraturan di Indonesia. Kami juga berkomitmen penuh untuk semua pelanggan kami dalam menyediakan layanan transparan untuk menjual mobil bekas mereka dengan cepat, aman dan tanpa biaya. Menggaruk]

Leave a Reply