Latest News

Bersiaplah, Tarif Tol Bakauheni-Terbanggi Besar diberlakukan

GARDUOTO – Bagi Anda yang terbiasa menggunakan Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar, Anda harus bersiap-siap. Alasannya, jalan tol 140,9 Km telah beroperasi sejak 8 Maret 2019 dan ini belum dikenakan tarif sebagai bagian dari sosialisasi keberadaan jalan tol kepada publik.

Pada 17 Mei 2019, tarif Tol Bakauheni-Terbanggi Besar akan diterapkan dengan tarif jarak terjauh. Dari Pelabuhan Bakauheni ke Terbanggi Besar, tarif Rp112.500 untuk kendaraan kelas I, Rp168.500 untuk grup II & grup III, dan Rp224.500 untuk grup IV & grup V.

Pengenaan tarif sesuai dengan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) No. 305 / KPTS / M / 2019.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyatakan bahwa selama mudik Lebaran 2019, Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar yang sudah beroperasi akan terhubung dengan ruas Terbanggi Besar ke Palembang yang secara fungsional dibuka.

Untuk memuluskan bersama saat mudik. Menteri Basuki menyarankan pengguna jalan untuk dapat mempertahankan perilaku mengemudi dengan mematuhi semua peraturan dan rambu lalu lintas.

Sehingga mudik Lebaran 2019 dapat berjalan dengan lancar, aman, dan nyaman. Selain itu, pengguna jalan tol menyiapkan kartu tol elektronik dengan saldo yang cukup.

Selama operasi lebih dari 2 bulan tanpa tarif. Jalan tol memiliki dampak signifikan pada pengurangan waktu tempuh kendaraan. Sehingga berdampak pada peningkatan intensitas pergerakan dan logistik orang.

Paeng Harahap (40), yang berprofesi sebagai Supir Truk, mengatakan bahwa keberadaan jalan tol sangat membantunya untuk meningkatkan kecepatan pengiriman barang dari Jakarta, yang melewati Pelabuhan Bakauheni, ke daerah di Sumatra Selatan.

"Saya biasanya membawa barang-barang dari Jakarta ke Palembang atau Jambi. Biasanya dengan jalan biasa sekitar 5 jam. Menggunakan jalan tol menjadi 2,5 jam dari Pelabuhan Bakauheni ke Terbanggi Besar. Keamanan juga lebih terjamin, jika melalui jalan biasa itu agak rentan terhadap banyak pungutan liar, "kata Paeng.

Pengemudi truk lainnya, Roni (24) mengatakan bahwa sebelum ada jalan tol, para pengemudi truk harus melintasi jalan lintas Sumatra yang jika terjebak dalam kondisi lalu lintas dapat terjebak hingga satu hari di jalan.

"Jika melewati jalan tol 2 jam, itu akan melewati pelabuhan. Alhamdulillah cepat. Dalam seminggu, saya bisa bolak-balik 3 kali di Jakarta, hanya sekali," kata Roni.

Nilai investasi Bakauheni-Terbanggi Tol adalah Rp16,8 triliun. Bakauheni Tol – Terbanggi Besar terhubung dengan Jalan Tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung untuk 189 Km. Dua jalan tol tersebut merupakan penugasan Pemerintah kepada BUMN PT. Hutama Karya.[Go/Res]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top