Jual Velg Mobil Murah

GARDUOTO – Kualitas jalan aspal dengan penggunaan karet sebagai campuran diklaim memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan aspal biasa.

Karena alasan ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus meningkatkan penggunaan karet sebagai campuran aspal.

Pada tahun 2018, Kementerian PUPR telah membeli aspal karet di Sumatera Selatan dan Jawa Barat senilai total Rp 7 miliar. Pembelian dilakukan oleh Pusat Nasional untuk Implementasi Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Selatan dan BBPJN VI Jakarta, Jawa Barat dan Banten sebagai pengguna aspal karet.

Pada tahun 2019, rencana pengadaan aspal karet telah ditentukan oleh surat dari Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR.

Rencananya adalah 2.542 ton aspal karet (= 177 ton lateks pekat atau 354 ton lateks kebun dengan nilai sekitar Rp. 3,15 miliar).

Pengadaan dilakukan secara bertahap untuk menghindari penyimpanan jangka panjang yang dapat menyebabkan karet alam menjadi rusak.

Mekanisme pembelian karet dari petani dilakukan oleh pabrik atau koperasi yang memproduksi krep coklat. Kementerian PUPR nantinya akan mendapatkan pasokan krep coklat dari pabrik. Syaratnya adalah pabrik harus menyertakan Sertifikat dan tanda terima pembelian dari petani atau KUD.

Keuntungan menggunakan karet alam dalam campuran beraspal panas. Untuk perkerasan jalan, ini memiliki tingkat perkerasan yang lebih baik.

Selain itu, tidak mudah meninggalkan jejak roda saat aspal basah. Dan daya tahannya lebih tinggi dari aspal biasa.

Untuk penggunaan aspal karet, pada 2017-2018 diterapkan pada pelestarian Jalan Muara Beliti 125 Km – Tebing Tinggi – Lahat dengan anggaran Rp. 30,55 miliar.
Dari total panjang, ada 4,37 Km menggunakan aspal karet dengan ketebalan 4 cm. Porsi karet atau krep coklat yang digunakan sekitar 7% atau 81 ton karet alam per km.

Seperti diketahui bahwa Indonesia adalah salah satu produsen karet alam terbesar di dunia. Setiap tahun produksi karet alam Indonesia mencapai 3,2 juta ton, dan 0,6 juta ton di antaranya digunakan oleh industri dalam negeri, sementara 2,4 juta ton diekspor ke luar negeri.

Untuk menghadapi penurunan harga karet, pemerintah mengeluarkan kebijakan nasional tentang penggunaan karet alam oleh berbagai sektor, termasuk salah satunya dalam pembangunan infrastruktur PUPR.[Go/Res]

Leave a Reply