Jual Velg Mobil Murah

GARDUOTO – Impian membangun Trans Sumatra terus berlanjut Pemerintah Joko Widodo segera memulai pembangunan jalan tol Trans Sumatra di seksi Banda Aceh-Sigli. Ditandai dengan penekanan sirene dan penandatanganan prasasti oleh Presiden di Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, Jumat (14/12).

"Ini bukan sesuatu yang biasa kita bayangkan bahwa ini akan dapat terhubung. Demikian pula, dari Bakauheni ke titik nol di Aceh, mungkin orang juga akan ragu," katanya di lokasi Banda Aceh-Sigli tol proyek jalan.

Meskipun ada banyak yang meragukan, Presiden percaya bahwa dengan kerja keras dan dorongan yang sama dari semua pihak baik di tingkat pusat maupun daerah, proyek akan terselesaikan. Pemerintah memperkirakan bahwa Trans Sumatra dari Lampung ke Aceh akan terhubung sepenuhnya pada 2024 mendatang.

"Saya percaya bahwa pada 2024, dari Bakauheni sampai titik ini, Insya Allah akan terhubung, yang kira-kira 2.000 kilometer panjangnya dengan 700 kilometer cabang ditambahkan. Itu berarti total 2.700 kilometer," kata Presiden.

Untuk mewujudkan target ini, Presiden meminta dukungan dari pemerintah daerah dalam hal akuisisi dan penyediaan lahan untuk proyek-proyek pembangunan. Menurut dia, kendala terbesar terkait pembangunan jalan tol serupa adalah masalah penyediaan lahan.

"Masalahnya hanya ada. Di mana-mana nama pembangunan jalan tol selalu menjadi masalah dalam pembebasan," katanya.

Sementara itu, sejumlah proyek pembangunan jalan tol yang merupakan bagian dari Trans Sumatra akan segera selesai. Di dekatnya, Kepala Negara akan meresmikan jalan tol yang menghubungkan Bakauheni dengan Terbanggi Besar.

"Dari 140,8 kilometer Bakauheni ke daerah Besaranggi Besar, pada akhir Desember, kami akan meresmikan kehendak Allah. Kemudian, dari Bakauheni ke Palembang, Insyaallah akan terhubung kemudian pada April 2019 untuk 350 kilometer," katanya.

Lebih lanjut, Presiden mengingatkan bahwa pembangunan jalan tol dan infrastruktur lainnya merupakan prasyarat bagi suatu negara untuk dapat bersaing dengan negara lain. Pembangunan infrastruktur di seluruh pelosok negara akan membuka akses ke pembangunan ekonomi di daerah di mana infrastruktur dibangun.

"Nantinya pemerintah daerah juga harus bisa mengintegrasikan jalan tol ini dengan kawasan wisata. Jalan tol ini juga terintegrasi dengan zona ekonomi khusus. Di Lhokseumawe ada zona ekonomi khusus. Integrasikan sana sehingga mobilitas barang dan orang bisa "Cepat. Tentunya investor akan tertarik masuk," katanya kepada wartawan.

Sebagai catatan, pada kesempatan yang sama, Presiden Joko Widodo pada saat yang sama meresmikan Masjid At-Taqarrub di Kabupaten Pidie Jaya, yang didirikan oleh Presiden Jokowi pada 15 Desember 2016. Masjid ini dibangun di atas lahan seluas 5.796 persegi. meter dan mampu menampung 1.600 jamaah.

Selain itu, Presiden juga meresmikan Zona Ekonomi Khusus Arun di Lhokseumawe dan jembatan layang Simpang Surabaya yang menghubungkan pusat kota Banda Aceh dengan Sigli, Lhokseumawe, ke Medan.[Go/Res]

Leave a Reply